Pemasukan Devisa Melalui Jalur Wisata Dicatat Dalam Neraca Pembayaran Pada Sektor Apa?

Pemasukan Devisa Melalui Jalur Wisata Dicatat Dalam Neraca Pembayaran Pada Sektor Apa? – Pariwisata memang menjadi salah satu sumber pemasukan penting di banyak negara. Tidak heran jika saat pendemi mengguncang dunia di akhir tahun 2019, banyak negara yang ‘mengeluh’ betapa sulitnya menggenjot sektor ini. Mengingat, kebijakan banyak negara adalah mengedepankan protokol kesehatan sesuai kebijakan dari WHO serta kebijakan setiap negara. Jadi, jangan kaget jika banyak maskapai penerbangan, hotel, jasa guide dan sejenisnya memberikan diskon besar di masa seperti ini.

Mungkin banyak yang bertnaya-tanya, seberapa penting pemasukan sebuah negara dari sisi pariwisata. Sehingga memahami betapa sulitnya menaikkan angka penerimaan negara dari sektor satu ini. sebelum membahas lebih jauh mengenai devisa dari jalur wisata, sebaiknya memahami dulu seperti apa definisi atau gamabaran mengenai neraca pembayaran. Perhatikan juga artikel menarik terkait rekomendasi jasa penulis artikel terpercaya ini ya.

Pemasukan Devisa Melalui Jalur Wisata Dicatat Dalam Neraca Pembayaran Pada Sektor Apa?

 

pemasukan devisa melalui jalur wisata dicatat dalam neraca pembayaran pada

Pemasukan Devisa Melalui Jalur Wisata Dicatat Dalam Neraca Pembayaran Pada Hal Ini – Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran adalah suatu neraca untuk mencatat transaksi dari suatu negara yang berhubungan dengan negara lain. Neraca ini dibuat dengan tujuan antara lain untuk mengetahui besaran sisi lain dari suatu negara dalam hal ketahanan ekonomi, mengetahui besaran nilai devisa dan banyak lagi lainnya. Sehingga pemasukan devisa melalui jalur wisata dicatat dalam neraca pembayaran pada sektor ini.

Neraca pembayaran ini sangat penting, karena dari sana data diperoleh data statistic komponen pendapatan nasional. Selain itu, dapat juga berguna untuk mengetahui jumlah utang luar negeri, penganggaran devisa negara dan banyak lagi lainnya. Sehingga, pariwisata pun turut menyumbang sektor ini.

Jadi, pemasukan devisa melalui jalur wisata dicatat dalam neraca pembayaran pada sumber penambahan devisa. Ini berasal dari wisatawan asing yang masuk ke negara ini, menggunakan perputaran uangnya selama di negara untuk tujuan wisata (memegang visa wisata bukan visa kerja/KITAS). Namun, perlu diperhatikan, tidak semua mata uang yang masuk bisa dijadikan sebagai devisa. Sebab peraturan soal ini hanya sebatas yang memiliki kurs resmi di Bank Indonesia.

Pemasukan Devisa Melalui Jalur Wisata Dicatat Dalam Neraca Pembayaran Pada Sumber Masuk

Pariwisata memang menjadi salah satu penyumbang devisa negara. Selain perputaran uang dengan mata uang lokal yang bisa memengaruhi pendapatan per kapita penduduk setempat, wisatwan asing bisa menyumbang devisa melalui kurs pertukaran. Jadi saat masuk ke Indonesia, wisatawan akan menukarkan mata uang dari negaranya dengan mata uang rupiah. Nah, kurs inilah yang menjadi devisa negara Indonesia.

Lalu, demi mengawasi semua itu, pemerintah menyediakan satu lembaga khusus yang bertugas mengenai devisa ini. Namanya adalah Biro Lalu Lintas Devisa dan bertugas sebagai lembaga resmi untuk mengatur dan mengawasi peraturan mengenai devisa negara. Sehingga pemasukan devisa melalui jalur wisata dicatat dalam neraca pembayaran pada sektor pemasukan dari pariwisata pun turut diawasi oleh lembaga ini.

Perlu diketahui, selain dari pariwisata, devisa negara juga bisa dihasilkan dari ekspor dan jasa-jasa lain. Misalnya saja untuk ekspor. Penerimaan devisa dari pajak barang yang diekspor. Karena untuk ekspor ada ketentuan perpajakan tersendiri dan besarannya pun sangat relative tergantung cara, besaran serta jenis suatu barang. Untuk jasa juga hampir sama, dikontrol juga melalui pajak. Jadi, ada banyak sumber yang bisa negara peroleh.

Demikianlah ulasan mengenai dimana letak pencatatan jika pemasukan devisa melalui jalur wisata dicatat dalam neraca pembayaran pada sektor penerimaan. Untuk lebih jelasnya bisa bertanya pada Biro Lalu Lintas Devisa dan perpajakan.